Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Mulakan Dengan

Mutiara Kata Dr Yusuf Al-Qaradhawi

Sesungguhnya dalam kehidupan ini ada manusia yang mati sebelum datang ajalnya, kerana masa yang ada dalam kehidupannya itu sama sekali tidak memberikan manfaat dan faedah samada bagi dirinya ataupun orang lain, sementara itu ada manusia-manusia yang terus hidup meskipun ajalnya telah sampai menjemput, kerana masa yang ada dalam hidupnya berjaya digunakan untuk melakukan perkara-perkara yang berfaedah sama ada untuk dirinya atau masyarakat ramai berupa warisan ilmu pengetahuan, anak-anak soleh atau para murid yang bertaburan di pelbagai tempat untuk melanjutkan misi perjuangan atas dunia ini. Perjuangan yang berlanjutan itu menjadikan seolah-olah ia masih hidup dan bergerak dibuka bumi, meskipun jasadnya sudah lama dikandung tanah

Maksud Hadis

Maksud Hadis

Jamaluddin Al-Afghani

Friday, 7 November 2014



Nama lengkapnya adalah Jamaluddin al-Afgani as-Sayid Muhammad bin Shafdar al-Husain. Namun ia lebih dikenal dengan Jamaluddin al-Afgani. Ia merupakan seorang pemikir Islam, aktivis politik, dan jurnalis terkenal. Kebencian al-Afgani terhadap kolonialisme menjadikannya perumus dan agitator paham serta gerakan nasionalisme dan pan-Islamisme yang gigih, baik melalui pidatonya maupun tulisan-tulisannya. Karenanya di tengah kemunduran kaum muslimin gejolak kolonialisme bangsa Eropa di negeri-negeri Islam, al-Afgani menjadi seorang tokoh yang amat mempengaruhi perkembangan pemikiran dan aksi-aksi sosial pada abad ke-19 dan ke-20.

Dilahirkan di Desa Asadabad, Distrik Konar, Afganistan pada tahun 1838, al-Afgani masih memiliki ikatan darah dengan cucu Rasulullah SAW, Husain bin Ali bin Abi Thalib. Ayahnya Sayyid Safdar al-Husainiyyah, yang nasabnya bertemu dengan Sayyid Ali al-Turmudzi (seorang perawi hadis yang masyhur yang telah lama bermigrasi ke Kabul) juga dengan nasab Sayyidina Husain bin Ali bin Abi Thalib. Keluarganya merupakan penganutmazhab Hanafi. Masa kecil dan remajanya, ia habiskan di Afganistan. Namun ketika beranjak dewasa, ia berpindah dari satu negara ke negara lainnya, seperti India, Mesir, dan Prancis.

Pendidikan dasar ia peroleh di tanah kelahirannya. Pada usia 8 tahun Al-Afghani telah memperlihatkan kecerdasan yang luar biasa. Lalu ia melanjutkan pendidikannya di Kabul dan Iran. Ia tidak hanya mempelajari ilmu agama, tetapi juga ilmu umum. Ia tekun mempelajari bahasa Arab, sejarah, matematika, fil-safat, fiqh dan ilmu keislaman lainnya. Ketika berada di Kabul, sampai umur 18 tahun, ia mempelajari beberapa cabang ilmu keislaman disamping filsafat dan ilmu eksakta.


Kemudian ketika berada di India dan tinggal di sana lebih dari satu tahun, ia menerima pendidikan yang lebih modern. Di India, al-Afgani memulai misinya membangkitkan Islam. Kala itu India berada di bawah kekuasaan penjajahan Inggris. Pada saat perlawanan terjadi di seluruh India, al-Afgani turut ambil bagian dengan bergabung dalam perang kemerdekaan India di tahun 1857. Meski demikian, ia masih sempat pergi ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji.

Sepulang dari haji, al-Afgani memutuskan untuk pergi ke Kabul. Di kota ini ia disambut oleh penguasa Afganistan, Dost Muhammad Khan, yang kemudian menganugerahinya posisi penting dalam pemerintahannya. Ketika Sher Ali Khan menggantikan Dost Muhammad Khan pada tahun 1864, al-Afgani diangkat menjadi penasihatnya. Dan beberapa tahun kemudian diangkat menjadi perdana menteri oleh Muhammad A’zam Khan.

Karena campur tangan Inggris dalam soal poilitk di Afganistan dan kekalahannya dalam pergolakan melawan golongan yang disokong Inggris, ia meninggalkan Afganistan tahun 1869 menuju India. Karena koloni Inggris yang berada di India selalu mengawasi kegiatannya, ia pun meninggalkan India dan pergi ke Mesir pada tahun 1871, dan menetap di Kairo.

Pada mulanya ia menjauhi persoalan-persoalan politik Mesir dan memusatkan perhatiannya pada bidang ilmu pengetahuan dan sastra Arab. Rumahnya dijadikan tempat pertemuan murid-murid dan para pengikutnya. Di sinilah ia memberikan kuliah dan mengadakan diskusi. Salah seorang murid al-Afgani adalah Muhammad Abduh.

Ia kembali ke lapangan politik ketika pada tahun 1876 melihat adanya campur tangan Inggris dalam soal politik di Mesir. Kondisi tersebut mendorong al-Afgani untuk terjun ke dalam kegiatan politik di Mesir. Ia bergabung dengan perkumpulan yang terdiri atas orang-orang politik di Mesir. Lalu pada tahun 1879, al-Afgani membentuk partai politik dengan nama Hizb al-Watani (Partai Kebangsaan). Dengan partai ini ia berusaha menanamkan kesadaran nasionalisme dalam diri orang-orang Mesir. Partai yang ia dirikan ini bertujuan untuk memperjuangkan pendidikan universal, kemerdekaan pers, dan memasukan unsur-unsur Mesir ke dalam posisi-posisi militer.

Kegiatan yang dilakkukan al-Afgani selama berada di Mesir memberi pengaruh yang besar bagi umat Islam di sana. Ia yang membangkitkan gerakan berpikir di Mesir sehingga negara itu dapat mencapai kemajuan dan menjadi negara modern. Akan tetapi, karena keterlibatannya dalam bidang politik itu, pada tahun 1882 ia diusir dari Mesir oleh penguasa saat itu. Dia kemudian pergi ke Paris.

Pada tahun 1883 ketika berada di Paris, al-Afgani mendirikan suatu perkumpulan yang diberi nama al-’Urwah al-Wusqa (Ikatan yang Kuat), yang anggotanya terdiri atas orang-orang Islam dari India, Mesir, Suriah, Afrika Utara, dan lain-lain. Tujuan didirikannya perkumpulan tersebut, antara lain, memperkuat rasa persaudaraan Islam, membela Islam, dan membawa umat Islam kepada kemajuan.

No comments:

Post a Comment

Kitab Hadis Online

Muhasabah Cintaku

Wahai pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Ku pasrahkan semua padaMu

Tuhan baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini ku harapkan cintaMu

Kata-kata cinta terucap indah
Mengalir berdzikir di kidung doaku
Sakit yang ku rasa
Biar jadi penawar dosaku

Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya Illahi (ya Ilahi) muhasabah cintaku

Tuhan kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku denganMu

Kata-kata cinta terucap indah
Mengalir berdzikir di kidung doaku
Sakit yang ku rasa
Biar jadi penawar dosaku (dosaku)

Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya Illahi (ya Ilahi) muhasabah cintaku

Kata-kata cinta terucap indah
Mengalir berdzikir di kidung doaku
Sakit yang ku rasa
Biar jadi penawar dosaku (dosaku)

Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya Illahi (ya Ilahi) muhasabah cintaku

Teknik Atasi Stress


1. Jumpa kaunselor sekolah

2. Alih pandangan kepada yang relaks(tengok ikan dalam akuarium)

3. Banyakkan berdoa

4. Laksanakan latihan fizikal-jalan 5 minit.

5. Menyusun keutamaan tugas.
6. Tulis perasaan/cakap dalam pita rakaman.

7. Dapatkan sokongan emosi dan orang lain.

8. Mandi dalam air suam.

9. Teknik besarkan situasi ke tahap tahap tak masuk akal.
10. Melihat dari segi positif.

11. Menguasai kehidupan anda-menyelesaikan masalah.
12. Tetapkan semua matlamat yang relistik.

13. Ingat peranan anda di dunia.
 

Anjung Ilmu

Jagalah Hati ...

Jagalah Hati ...
Ketahuilah, bahawa di dalam badan itu ada seketul daging, apabila ia baik, baiklah seluruh badan, dan apabila ia rosak, rosaklah semuanya, ketahuilah, itulah dia hati." (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Kalam Murabbi

Kalam Murabbi

Surah Sajadah

Surah Yaasin